Sistem Informasi Desa Srowot
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas melaporkan bahwa hingga akhir pekan ini, delapan desa di wilayah Banyumas telah mulai mengalami kekurangan pasokan air bersih akibat menurunnya curah hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi seiring masuknya musim kemarau yang berdampak pada berkurangnya sumber air di sejumlah wilayah.
Desa-desa yang terdampak antara lain Desa Banjarparakan di Kecamatan Rawalo, Desa Nusadadi di Kecamatan Sumpiuh, Desa Karanganyar di Kecamatan Patikraja, Desa Kediri di Kecamatan Karanglewas, Desa Srowot di Kecamatan Kalibagor, serta Desa Pekuncen di Kecamatan Jatilawang. Selain itu, dua desa lainnya yang baru terdata adalah Desa Tamansari di Kecamatan Karanglewas dan Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati.
BPBD terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan telah menyiagakan sebanyak 1.000 tangki air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Hingga saat ini, distribusi air bersih telah dilakukan ke seluruh desa yang terdata mengalami krisis air. BPBD juga mengingatkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah kecamatan di Banyumas seperti Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas juga pernah mengalami kondisi serupa.
Dengan adanya kondisi ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sumber Referensi:
ANTARA News. (2026). Banyumas dilanda krisis air bersih. Pewarta: Wuryanti Puspitasari, Editor: Kliwon.